20 Contoh Ucapan Natal dari Muslim, Apakah Diperbolehkan?

20 Contoh Ucapan Natal dari Muslim, Apakah Diperbolehkan?
Ilustrasi (Unsplash).

Menjelang 25 Desember, pertanyaan mengenai bolehkah umat Islam mengucapkan selamat Natal kepada saudara-saudara mereka yang beragama Kristen kembali mengemuka.

Sebagian orang memandang ucapan ini sebagai bentuk penghormatan dan menjaga hubungan baik. Namun, ada pula yang menganggapnya sebagai persoalan akidah yang tidak boleh ditawar.

Perbedaan pandangan ini wajar terjadi, mengingat tidak ada dalil yang secara eksplisit mengatur hal ini dalam Al-Qur’an maupun hadits.

Apakah Orang Islam Boleh Mengucapkan Selamat Natal?

Sebelum memutuskan mengucapkan selamat Natal atau tidak, penting untuk memahami berbagai perspektif ulama mengenai permasalahan ini.

Disadur dari laman nu.or.id, karena tidak ada nash yang tegas mengatur hukumnya, maka masalah ini masuk dalam kategori persoalan ijtihad. Artinya, perbedaan pendapat di dalamnya adalah hal yang wajar dan tidak boleh dijadikan pemicu konflik.

Berlaku kaidah fiqih:

لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيْهِ وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ

Artinya: “Permasalahan yang masih diperdebatkan tidak boleh diingkari (ditolak), sedangkan permasalahan yang sudah disepakati boleh diingkari.”

Para ulama yang berbeda pendapat tentang hal ini sama-sama berpegangan pada keumuman ayat atau hadits yang mereka anggap relevan. Mari kita simak kedua pandangan tersebut.

1. Pendapat Yang Memperbolehkan

Sejumlah ulama seperti Syekh Yusuf Qaradhawi, Syekh Ali Jum’ah, Syekh Musthafa Zarqa, Syekh Nasr Farid Washil, Syekh Abdullah bin Bayyah, Syekh Ishom Talimah, serta Majelis Fatwa Eropa dan Mesir memandang bahwa mengucapkan selamat Natal diperbolehkan.

Mereka mendasarkan pandangan ini pada firman Allah SWT dalam Surat Al-Mumtahanah ayat 8:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ

Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Ayat ini menegaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya berbuat baik kepada siapa pun yang tidak memusuhi mereka. Mengucapkan selamat di hari raya mereka dipandang sebagai salah satu bentuk kebaikan dan penghormatan dalam konteks hubungan sosial.

Selain itu, mereka juga merujuk pada hadits riwayat Anas bin Malik tentang Nabi Muhammad SAW yang menjenguk seorang anak Yahudi yang sakit:

كَانَ غُلاَمٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ: أَسْلِمْ. فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ، فَقَالَ لَهُ: أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَسْلَمَ. فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ: (الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ)

Artinya: “Dahulu ada seorang anak Yahudi yang senantiasa melayani (membantu) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ia sakit. Maka, Nabi SAW mendatanginya untuk menjenguknya, lalu beliau duduk di dekat kepalanya, kemudian berkata: “Masuk Islam-lah!” Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang ada di dekatnya, maka ayahnya berkata: ‘Taatilah Abul Qasim (Nabi SAW).” Maka anak itu pun masuk Islam. Lalu Nabi SAW keluar seraya bersabda: ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka’.” (HR Bukhari, No. 1356, 5657)

Ibnu Hajar mengomentari hadits ini: “Hadits ini menjelaskan bolehnya menjadikan non-Muslim sebagai pembantu, dan menjenguknya jika ia sakit”.

Dipetik dari laman Tribun Makassar, Prof. Quraish Shihab dalam salah satu dialognya menjelaskan bahwa mengucapkan selamat Natal adalah bentuk basa-basi sosial, bukan pengakuan akidah.

Beliau menegaskan bahwa ketika seorang Muslim mengucapkan selamat Natal, pihak Kristen pun memahami bahwa Muslim tersebut tidak meyakini akidah mereka, begitu pula sebaliknya.

2. Pendapat Yang Tidak Memperbolehkan

Di sisi lain, ulama seperti Syekh Bin Baz, Syekh Ibnu Utsaimin, Syekh Ibrahim bin Ja’far, dan Syekh Ja’far At-Thalhawi berpandangan bahwa mengucapkan selamat Natal adalah haram. Mereka berargumen berdasarkan beberapa dalil.

Pertama, firman Allah SWT dalam Surat Al-Furqan ayat 72:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Artinya: “Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”

Menurut kelompok ini, mengucapkan selamat Natal berarti memberikan kesaksian palsu dan membenarkan keyakinan umat Kristen tentang perayaan tersebut.

Kedua, hadits riwayat Ibnu Umar:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian kaum tersebut.” (HR. Abu Daud, nomor 4031)

Kelompok ini memandang bahwa mengucapkan selamat Natal adalah bentuk menyerupai tradisi kaum Kristen, sehingga dianggap sebagai bagian dari mereka.

Dinukil dari Tribun Makassar, Ustadz Adi Hidayat dan Ustadz Abdul Somad termasuk ulama yang mengharamkan ucapan ini karena dianggap mengandung unsur pengakuan terhadap akidah Kristen.

Namun, mereka juga menegaskan bahwa larangan ini tidak berarti memutus hubungan baik dengan umat Kristen. Berbuat baik, memberi makanan, atau membantu mereka tetap diperbolehkan, hanya saja yang berkaitan dengan akidah harus dijaga.

Penting dicatat bahwa seluruh ulama sepakat bahwa Muslim tidak diperbolehkan mengikuti ritual keagamaan Natal. Yang diperdebatkan hanya sebatas ucapan selamat.

Umat Islam memiliki kebebasan untuk memilih pendapat yang sesuai dengan keyakinan mereka, asalkan tetap menjaga akidah dan tidak menimbulkan perpecahan. Perbedaan ini seharusnya menjadi pembelajaran tentang toleransi dalam beragama, bukan justru memicu konflik.

Contoh Ucapan Natal 2025 dari Muslim yang Bijak dan Menyentuh

Bagi Anda yang memilih untuk mengucapkan selamat kepada teman, tetangga, atau rekan kerja yang merayakan, berikut 20 contoh ucapan yang bijak dan menyentuh:

  1. Selamat merayakan hari istimewa Anda! Semoga kebahagiaan selalu menyertai Anda dan keluarga tercinta.
  2. Turut berbahagia atas perayaan hari besar Anda. Semoga selalu dilimpahi kedamaian dan kebahagiaan.
  3. Selamat merayakan! Semoga hari ini membawa sukacita dan mempererat ikatan keluarga Anda.
  4. Saya sebagai sahabat turut merasakan kegembiraan Anda di hari spesial ini. Selamat merayakan!
  5. Selamat atas perayaan hari raya Anda! Kiranya kebahagiaan selalu hadir di setiap langkah kehidupan Anda.
  6. Turut bergembira bersama Anda di hari yang penuh makna ini. Selamat merayakan bersama orang terkasih!
  7. Selamat merayakan hari istimewa! Semoga persahabatan kita terus terjaga dengan baik dan penuh kehangatan.
  8. Saya ikut bahagia melihat senyum kegembiraan Anda hari ini. Selamat merayakan dengan penuh sukacita!
  9. Selamat atas perayaan hari besar Anda! Semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan berlimpah.
  10. Turut merasakan kebahagiaan Anda di hari spesial ini. Selamat merayakan bersama keluarga tercinta!
  11. Selamat merayakan! Kiranya hari ini membawa berkah dan momen indah yang tak terlupakan untuk Anda.
  12. Saya turut berbagi kegembiraan Anda di hari istimewa ini. Selamat merayakan dengan penuh kebahagiaan!
  13. Selamat atas perayaan hari raya Anda! Semoga hubungan baik kita terus terjalin dengan harmonis.
  14. Turut berbahagia melihat Anda merayakan hari spesial ini. Selamat dan semoga selalu bahagia!
  15. Selamat merayakan! Semoga hari ini menjadi momen berharga bersama orang-orang yang Anda kasihi.
  16. Saya ikut senang atas kegembiraan Anda hari ini. Selamat merayakan dengan penuh kedamaian!
  17. Selamat atas perayaan hari besar Anda! Kiranya kebahagiaan selalu menghiasi hari-hari Anda.
  18. Turut merasakan sukacita Anda di hari yang bermakna ini. Selamat merayakan bersama keluarga!
  19. Selamat merayakan hari istimewa! Semoga persaudaraan kita terus dipenuhi saling menghormati dan pengertian.
  20. Saya sebagai teman turut berbagi kebahagiaan Anda. Selamat merayakan dengan penuh keceriaan!
Penulis yang gemar merangkai fakta menjadi cerita ringan dan tajam, membahas peristiwa, teknologi, hingga informasi bansos secara aktual.