Kenapa Angin Kencang Akhir-akhir Ini? BMKG Ungkap Penyebabnya

Kenapa Angin Kencang Akhir-akhir Ini? BMKG Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi Hujan Angin.

Beberapa hari belakangan, warga Jakarta dan sekitarnya merasakan hembusan angin yang cukup kuat. Pohon-pohon besar tumbang di berbagai titik, aktivitas nelayan terganggu, bahkan transportasi umum sempat lumpuh akibat kejadian serupa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi tersebut bukan peristiwa tunggal. Ada faktor cuaca dan dinamika atmosfer yang saling berkaitan dan sedang aktif di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Jakarta dan Jabodetabek.

Penyebab Angin Kencang Akhir-akhir Ini

Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menjelaskan bahwa fenomena ini erat kaitannya dengan periode puncak musim penghujan. Desember menjadi bulan krusial bagi wilayah barat Indonesia, termasuk Jakarta, karena aktivitas atmosfer mencapai tingkat tertinggi.

“Puncak musim hujan, Desember adalah periode puncak musim hujan di wilayah barat Indonesia. Kombinasi hujan lebat, awan konvektif, dan perbedaan tekanan udara dapat memicu angin kencang,” kata Guswanto.

Dari hasil pengamatan BMKG, kecepatan angin di atas wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 30 knot pada lapisan atmosfer bagian bawah, tepatnya di ketinggian sekitar 2.500 kaki. Angka ini cukup signifikan untuk menimbulkan dampak langsung di permukaan tanah, apalagi saat bersamaan dengan curah hujan tinggi.

Dinamika atmosfer regional juga turut berperan. Pembentukan awan hujan yang masif, fluktuasi tekanan udara, hingga pergerakan massa udara yang lebih intens—semuanya terjadi bersamaan di periode ini. Hasilnya adalah angin dengan kecepatan di atas normal yang mampu merobohkan pepohonan besar dan menimbulkan gelombang tinggi di pesisir.

Di lapangan, dampaknya sudah terasa nyata. Sejumlah pohon tumbang melintang di jalan-jalan Jakarta, menyebabkan kemacetan parah dan gangguan pada transportasi publik seperti MRT dan Transjakarta. Sementara di wilayah pesisir Marunda, para nelayan memilih tidak melaut karena tingginya gelombang laut.

Sampai Kapan Angin Kencang Akan Terjadi?

Kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar 21 Desember 2025.

“BMKG mencatat adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Jabodetabek pada 14-16 Desember 2025,” ucap Guswanto.

Meski demikian, intensitas angin diperkirakan mulai melemah setelah pertengahan Desember. Namun, hujan deras dan angin lokal masih berpeluang muncul hingga akhir bulan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. BMKG meminta masyarakat tidak lengah karena perubahan cuaca bisa terjadi dengan cepat.

Wilayah Mana yang Terdampak Angin Kencang?

Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi menjadi area yang paling sering terdampak. Jawa Barat, termasuk Jabodetabek, tercatat memiliki frekuensi hujan ekstrem dan angin kencang yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.

Dampaknya sudah dirasakan langsung di lapangan. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah titik Jakarta, sementara nelayan di pesisir utara seperti Marunda memilih menunda melaut akibat gelombang tinggi.

“Angin kencang ini sudah menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik Jakarta dan membuat nelayan di pesisir Marunda enggan melaut karena gelombang tinggi,” ujar Guswanto.

BMKG juga mengingatkan area dengan pepohonan besar, jalur listrik terbuka, serta kawasan pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan. Angin kencang berpotensi menimbulkan gangguan transportasi, kerusakan ringan bangunan, hingga risiko keselamatan warga.

Sebagai langkah antisipasi saat angin kencang terjadi, masyarakat disarankan:

  • Mencari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh.
  • Menghindari berteduh di bawah pohon, tiang listrik, atau baliho.
  • Mengamankan benda ringan di luar rumah agar tidak terbawa angin.
  • Mematikan aliran listrik dan gas jika kondisi memburuk.
Penulis yang gemar merangkai fakta menjadi cerita ringan dan tajam, membahas peristiwa, teknologi, hingga informasi bansos secara aktual.