Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap disalurkan saat libur semester genap yang bertepatan dengan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pemenuhan gizi anak tidak terhenti meski kegiatan belajar mengajar diliburkan.
Pemerintah menyiapkan beberapa skema distribusi agar asupan gizi peserta program tetap terpenuhi selama masa libur.
MBG Tetap Berjalan Saat Libur Nataru
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa program nutrisi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan berjalan normal tanpa perubahan. Kelompok sasaran ini tetap menerima MBG sesuai mekanisme yang telah berjalan sebelumnya.
“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa. Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” jelas Dadan saat dikonfirmasi.
Kebijakan berbeda diterapkan untuk siswa. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap sekolah akan melakukan pendataan terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah siswa yang bersedia mengambil paket makanan ke sekolah selama libur.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menambahkan bahwa distribusi MBG untuk pelajar bergantung pada kesepakatan antara pihak sekolah dengan siswa atau orang tua.
“Untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih. Jadi tidak dipaksa ya yang di sekolah,” ujar Nanik.
Skema Penyaluran MBG Saat Libur Sekolah
BGN telah menetapkan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.
Pedoman ini mengatur distribusi paket gizi agar siswa tetap mendapat asupan seimbang meski tidak datang ke sekolah. Berikut mekanisme penyaluran yang disiapkan:
- Paket Siap Santap Awal Libur: Pada empat hari pertama masa libur, siswa akan menerima paket makanan siap konsumsi. Menu yang disediakan berkualitas tinggi seperti telur, buah segar, susu, abon, atau dendeng.
- Pengambilan di Sekolah: Siswa yang bersedia dapat mengambil paket MBG langsung di sekolah. Sistem ini mengharuskan SPPG melakukan pendaftaran terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah penerima.
- Pengantaran ke Rumah: Bagi siswa atau orang tua yang tidak dapat ke sekolah, BGN merancang mekanisme pengantaran langsung ke rumah. Sistem pengiriman ini sedang dipersiapkan untuk diterapkan setelah empat hari pertama libur.
- Pengambilan di SPPG: Alternatif lain adalah orang tua atau siswa dapat mengambil paket MBG di lokasi SPPG terdekat.
“Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah, jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” kata Dadan.
Menu MBG selama libur disesuaikan menjadi bahan makanan tahan lama yang tidak mudah rusak. Nanik menjelaskan bahwa paket berisi makanan kering atau tidak diolah seperti buah, susu, roti produksi UMKM, dan telur asin yang lebih awet.
Frekuensi pembagian dilakukan maksimal dua kali dalam sepekan. Paket kombinasi terdiri dari makanan siap santap yang dikonsumsi di sekolah dan makanan kemasan yang dibawa pulang.
“Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Ambilnya di sekolah,” jelas Nanik.
Orang tua diperbolehkan mengambil paket untuk anak mereka. Paket sudah dikemas dalam tas sehingga memudahkan distribusi.
“Orang tuanya boleh yang ambil kan sudah ditempatkan di tas. Prinsipnya kan kita memberi makan bergizi untuk perbaikan gizi, jadi meski libur kita usahakan anak-anak tetap dapat asupan gizi,” tambah Nanik.
BGN menekankan bahwa semua skema bersifat fleksibel dan tidak memaksa. Keputusan akhir bergantung pada kesepakatan dengan pihak sekolah dan kesediaan keluarga siswa.
Jadwal Libur Sekolah Desember 2025 di Semua Provinsi
Libur semester genap tahun ajaran 2024/2025 bervariasi di setiap provinsi. Penetapan jadwal menjadi kewenangan dinas pendidikan daerah dengan mempertimbangkan kalender akademik dan hari besar nasional.
Sebagian besar provinsi memulai libur pada 22 Desember 2025 dan masuk kembali 3-4 Januari 2026. Beberapa daerah menetapkan masa libur lebih awal atau lebih lama.
Wilayah Sumatera:
- Nanggroe Aceh Darussalam: 22 Desember 2025 – 4 Januari 2026
- Sumatera Utara: 22 Desember 2025 – 4 Januari 2026
- Sumatera Selatan: 22 Desember 2025 – 4 Januari 2026
- Sumatera Barat: 22 Desember 2025 – 4 Januari 2026
- Bengkulu: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Riau: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Kepulauan Riau: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Jambi: 20 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Lampung: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Bangka Belitung: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
Jawa dan Bali:
- DKI Jakarta: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Banten: 20 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Jawa Barat: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Jawa Tengah: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- DI Yogyakarta: 22 – 31 Desember 2025
- Jawa Timur: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Bali: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
Kalimantan:
- Kalimantan Barat: 20 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Kalimantan Timur: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Kalimantan Selatan: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Kalimantan Tengah: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Kalimantan Utara: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
Nusa Tenggara:
- Nusa Tenggara Timur (NTT): 20 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Nusa Tenggara Barat (NTB): 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
Sulawesi:
- Gorontalo: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Sulawesi Barat: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Sulawesi Tengah: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Sulawesi Utara: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Sulawesi Tenggara: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Sulawesi Selatan: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
Maluku dan Papua:
- Maluku: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Maluku Utara: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Papua Barat: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Papua Barat Daya: 21 Desember 2025 – 4 Januari 2026
- Papua: 19 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Papua Tengah: 22 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Papua Selatan: 19 Desember 2025 – 3 Januari 2026
- Papua Pegunungan: 22 Desember 2025 – 6 Januari 2026









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar