Sejumlah penerima bantuan sosial PKH dan BPNT Tahap 4 tahun anggaran 2025 mengaku masih belum melihat dana masuk ke saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Padahal, berdasarkan pola penyaluran sebelumnya, bantuan tahap akhir ini dijadwalkan berlangsung pada rentang Oktober hingga Desember.
Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bertanya-tanya mengapa dana bantuan mereka belum masuk, sementara tetangga atau kerabat mereka sudah menerima.
Ketidakpastian ini menimbulkan keresahan, terutama bagi keluarga yang sangat bergantung pada bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, ada kabar yang perlu diketahui oleh para pemegang KKS lama yang masih menunggu pencairan PKH maupun BPNT tahap 4.
Bagi KPM yang belum menerima pencairan di bulan Desember kemarin, tidak perlu khawatir. Memasuki bulan Januari ini, sebagian besar penerima yang tertunda pencairannya di tahap 4 sudah mulai melaporkan bahwa bantuan mereka telah cair secara bertahap. Informasi ini memberikan secercah harapan bagi ribuan keluarga yang masih menanti.
Lebih menarik lagi, status di aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) untuk sebagian KPM sudah menunjukkan keterangan “SI” atau Siap Salur.
Artinya, proses pencairan akan segera dilakukan di bulan Januari ini, asalkan data penerima tidak tereksklusi di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan masih berstatus aktif sebagai penerima bantuan.
Update PKH dan BPNT Tahap 4 Tahun 2025
Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 4 memang mengalami dinamika yang cukup menarik perhatian. Beberapa KPM melaporkan bahwa bantuan mereka baru cair di penghujung Oktober, bahkan ada yang menerima di awal November. Nominal yang diterima bervariasi tergantung kategori penerima.
Untuk PKH, besaran bantuan disesuaikan dengan komponen keluarga. KPM dengan anak balita dan anak SD misalnya, bisa menerima hingga 975 ribu rupiah per periode. Sementara untuk BPNT, nominal standar yang disalurkan sebesar 600 ribu rupiah per tahap.
Yang menarik, beberapa penerima sempat menemukan saldo ganda di KKS mereka dengan jumlah mencapai 2 hingga 3 juta rupiah.
Namun perlu dipahami bahwa saldo tersebut bukan bagian dari BLT Kesra 900 ribu rupiah atau PKH/BPNT tahap empat. Dana tersebut merupakan bantuan susulan bagi penerima yang datanya baru dialihkan dari penyaluran melalui PT Pos Indonesia ke KKS baru di bank Himbara.
Proses verifikasi yang berlangsung hingga akhir Oktober ternyata diperpanjang oleh Kementerian Sosial. Aplikasi SIKS-NG masih dapat diakses operator desa dan kelurahan meskipun batas waktu resmi telah berakhir pada 27 Oktober.
Perpanjangan ini mengindikasikan bahwa penyaluran bantuan baru dapat dilakukan setelah seluruh proses verifikasi kelayakan selesai dan ditutup secara nasional.
Penerima bantuan yang sah adalah mereka yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Penetapan penerima dilakukan langsung oleh pemerintah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan pendaftaran mandiri.
Cara Cek Saldo Kartu Keluarga Sejahtera
Untuk mengetahui apakah PKH dan BPNT Tahap 4 tahun anggaran 2025 telah cair, Anda dapat memantau saldo Kartu Keluarga Sejahtera Anda melalui langkah-langkah berikut:
Melalui Aplikasi Livin’ by Mandiri
- Unduh dan buka aplikasi Livin’ by Mandiri di ponsel
- Masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar sebelumnya
- Pada layar utama, temukan gambar kartu KKS Merah Putih Digital
- Ketuk ikon kartu atau simbol mata yang tertera
- Saldo bantuan akan ditampilkan secara lengkap di layar
Melalui Mesin ATM
- Masukkan kartu KKS ke slot mesin ATM bank penyalur
- Pilih menu Bahasa Indonesia
- Ketik nomor PIN kartu
- Tekan menu Transaksi Lainnya
- Pilih Informasi Saldo
- Pilih Rekening Tabungan
- Layar akan menampilkan jumlah saldo yang tersedia
Melalui Agen Bank atau E-Warung
- Kunjungi agen bank atau e-Warung terdekat yang melayani transaksi bansos
- Serahkan kartu KKS kepada petugas yang bertugas
- Minta bantuan untuk mencetak struk saldo
- Petugas akan membantu menampilkan informasi saldo bantuan
Melalui Website Cek Bansos Kemensos
- Buka browser dan kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id
- Isi data wilayah domisili sesuai KTP mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan
- Masukkan nama lengkap penerima manfaat sesuai yang tertera di KTP
- Ketik kode verifikasi atau captcha yang ditampilkan
- Klik tombol “Cari Data” untuk melihat status dan periode pencairan
Cara Tarik Saldo Bantuan di KKS
Setelah memastikan saldo bantuan telah masuk, langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan dana. Berikut prosedur penarikan yang dapat dilakukan:
Penarikan Melalui ATM
- Datang ke mesin ATM bank penyalur yang memiliki logo Garuda atau lambang Himbara
- Masukkan kartu KKS pada slot yang tersedia
- Tekan tombol Bahasa Indonesia pada layar
- Masukkan nomor PIN dengan benar
- Pilih menu Penarikan Tunai
- Jika nominal yang diinginkan tidak tersedia di pilihan, tekan Jumlah Lain
- Ketik nominal yang ingin ditarik, misalnya 400000 untuk 400 ribu rupiah
- Tekan tombol Benar untuk konfirmasi
- Pilih Rekening Tabungan sebagai sumber dana
- Tunggu hingga uang keluar dari mesin
- Ambil uang, struk, dan kartu KKS dengan hati-hati
- Pastikan tidak ada yang tertinggal
Penarikan Melalui Agen Bank atau E-Warung
- Kunjungi agen bank atau e-Warung yang melayani penarikan bansos
- Bawa kartu KKS dan dokumen identitas
- Serahkan kartu kepada petugas
- Sampaikan jumlah dana yang ingin ditarik
- Masukkan PIN saat diminta
- Tunggu proses verifikasi selesai
- Terima uang tunai dan struk bukti penarikan
- Pastikan jumlah uang sesuai dengan yang diminta
Penting untuk diingat bahwa pencairan bantuan sosial dilakukan secara bertahap. Jika saldo belum masuk, disarankan untuk terus memantau secara berkala karena proses dapat berlangsung hingga akhir periode penyaluran. Pastikan juga data penerima tetap valid dan tidak ada masalah administratif yang dapat menghambat pencairan bantuan.









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar