Bulan Ramadhan 1447 Hijriah semakin dekat. Umat Islam Indonesia kini mulai mempersiapkan diri menyambut bulan suci penuh berkah tersebut.
Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan tanggal dimulainya ibadah puasa masih menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Perbedaan metode penetapan antara berbagai organisasi Islam dan pemerintah membuat muncul variasi tanggal yang berbeda.
Muhammadiyah sudah lebih dulu mengumumkan keputusannya, sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) masih menanti proses penetapan resmi melalui sidang isbat dan pengamatan hilal.
Melalui Surat Keputusan Bersama tiga menteri yang ditandatangani September 2025 lalu, pemerintah telah mengumumkan libur Idul Fitri 1447 H akan jatuh pada 21-22 Maret 2026. Dari sini, perhitungan mundur menunjukkan bahwa Ramadhan akan dimulai pertengahan Februari mendatang.
Perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan Hijriah bukan hal baru bagi umat Islam Indonesia. Metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan visual bulan sabit) telah lama menjadi dua cara yang sama-sama diakui. Mari kita telusuri lebih jauh bagaimana masing-masing pihak menetapkan awal Ramadhan tahun ini.
Kapan Awal Puasa 2026?
Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini menggunakan perhitungan hisab hakiki berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sesuai Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Perhitungan astronomi Muhammadiyah menunjukkan bahwa ijtimak (konjungsi bulan) menjelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01.09 UTC.
Saat matahari terbenam di hari yang sama, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1 belum memenuhi syarat di seluruh permukaan bumi.
Namun, setelah melewati tengah malam UTC, PKG 2 sudah terpenuhi di wilayah Amerika dengan posisi bulan mencapai ketinggian 5 derajat 23 menit 35 detik dan elongasi 8 derajat 0 menit 11 detik.
Berpegang pada prinsip kesatuan matlak global, Muhammadiyah memutuskan tanggal tersebut berlaku serentak untuk seluruh dunia.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama memperkirakan awal puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perkiraan ini mengacu pada kalender tahunan yang menggunakan kriteria MABIMS—kesepakatan bersama Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Meski sudah ada perkiraan, pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat pada 29 Syakban, diperkirakan tanggal 17 Februari 2026.
Sidang ini menggabungkan metode hisab dengan rukyatul hilal—pengamatan langsung bulan sabit baru dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. Hasil sidang inilah yang akan menjadi keputusan resmi negara.
Nahdlatul Ulama hingga saat ini belum mengeluarkan penetapan resmi. Organisasi terbesar umat Islam Indonesia ini menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yang memadukan perhitungan astronomis dengan observasi langsung.
NU juga akan melakukan pemantauan hilal pada 29 Syakban untuk menentukan kapan umat akan memulai ibadah puasa.
Perbedaan sehari dalam penetapan awal Ramadhan antara Muhammadiyah dan pemerintah bukanlah hal yang mengejutkan. Ini merupakan konsekuensi dari perbedaan metodologi yang sudah dipahami masyarakat.
Kalender Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
Bagi jamaah Muhammadiyah dan mereka yang mengikuti penetapan organisasi ini, berikut daftar lengkap hari dan tanggal selama Ramadhan 1447 Hijriah:
- 1 Ramadhan: Rabu, 18 Februari 2026
- 2 Ramadhan: Kamis, 19 Februari 2026
- 3 Ramadhan: Jumat, 20 Februari 2026
- 4 Ramadhan: Sabtu, 21 Februari 2026
- 5 Ramadhan: Minggu, 22 Februari 2026
- 6 Ramadhan: Senin, 23 Februari 2026
- 7 Ramadhan: Selasa, 24 Februari 2026
- 8 Ramadhan: Rabu, 25 Februari 2026
- 9 Ramadhan: Kamis, 26 Februari 2026
- 10 Ramadhan: Jumat, 27 Februari 2026
- 11 Ramadhan: Sabtu, 28 Februari 2026
- 12 Ramadhan: Minggu, 1 Maret 2026
- 13 Ramadhan: Senin, 2 Maret 2026
- 14 Ramadhan: Selasa, 3 Maret 2026
- 15 Ramadhan: Rabu, 4 Maret 2026
- 16 Ramadhan: Kamis, 5 Maret 2026
- 17 Ramadhan: Jumat, 6 Maret 2026
- 18 Ramadhan: Sabtu, 7 Maret 2026
- 19 Ramadhan: Minggu, 8 Maret 2026
- 20 Ramadhan: Senin, 9 Maret 2026
- 21 Ramadhan: Selasa, 10 Maret 2026
- 22 Ramadhan: Rabu, 11 Maret 2026
- 23 Ramadhan: Kamis, 12 Maret 2026
- 24 Ramadhan: Jumat, 13 Maret 2026
- 25 Ramadhan: Sabtu, 14 Maret 2026
- 26 Ramadhan: Minggu, 15 Maret 2026
- 27 Ramadhan: Senin, 16 Maret 2026
- 28 Ramadhan: Selasa, 17 Maret 2026
- 29 Ramadhan: Rabu, 18 Maret 2026
- 30 Ramadhan: Kamis, 19 Maret 2026
- 1 Syawal (Idul Fitri): Jumat, 20 Maret 2026
Cara Pasang Widget Countdown Awal Puasa 2026 di HP
Menghitung hari menuju Ramadhan kini bisa dilakukan dengan lebih mudah melalui widget countdown di ponsel. Fitur ini membantu umat mempersiapkan diri secara fisik dan mental menjelang bulan penuh berkah.
Berikut langkah-langkahnya:
Untuk Pengguna Android:
- Tekan dan tahan layar utama ponsel hingga muncul menu pilihan
- Pilih opsi “Widget” dari menu yang tampil
- Cari aplikasi kalender atau countdown timer yang sudah terpasang di ponsel Anda
- Seret widget countdown ke layar utama
- Atur tanggal target sesuai penetapan yang Anda ikuti (18 atau 19 Februari 2026)
- Beri judul widget, misalnya “Hitung Mundur Ramadhan 1447 H”
- Sesuaikan ukuran widget agar nyaman dilihat
- Tekan “Simpan” atau “Selesai”
Untuk Pengguna iPhone:
- Tekan dan tahan layar utama hingga ikon aplikasi bergetar
- Ketuk tombol tambah (+) di pojok kiri atas
- Ketik “countdown” di kolom pencarian widget
- Pilih aplikasi countdown yang tersedia (jika belum ada, unduh dari App Store)
- Pilih ukuran widget yang diinginkan
- Ketuk “Tambah Widget”
- Ketuk widget yang baru ditambahkan untuk mengatur tanggal
- Masukkan tanggal 18 atau 19 Februari 2026 sesuai pilihan Anda
- Beri label “Menuju Ramadhan 2026”
- Ketuk “Selesai” untuk menyimpan pengaturan
Widget countdown ini akan terus memperbarui jumlah hari, jam, hingga menit menuju awal Ramadhan. Selain memudahkan persiapan, adanya pengingat visual di layar utama ponsel juga membantu menjaga semangat spiritual menjelang bulan mulia.









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar