Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu istimewa dalam kalender Islam karena di dalamnya terdapat ibadah haji, Hari Raya Idul Adha, serta amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, mulai dari dzikir, sedekah, membaca Al Quran, hingga menjalankan puasa sunnah sebelum Idul Adha.
Amalan puasa pada awal Dzulhijjah kerap dilakukan karena memiliki nilai pahala besar. Banyak ulama menyebut hari-hari tersebut sebagai waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Selain puasa pada tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah, terdapat pula puasa Tarwiyah dan puasa Arafah yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Kurban setiap tahunnya.
Agar ibadah lebih sempurna, umat Islam perlu memahami bacaan niat puasa sunnah di bulan Dzulhijjah beserta jadwal pelaksanaannya pada tahun 2026.
Berapa Hari Puasa Dzulhijjah?
Puasa sunnah Dzulhijjah dilaksanakan selama sembilan hari penuh, yakni sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Pada hari kesepuluh, bertepatan dengan Idul Adha, puasa tidak boleh dilanjutkan karena hukumnya berubah menjadi haram setelah sholat Id selesai dikerjakan.
Dalam kitab Cinta Shaum, Zakat, dan Haji karya Miftahul Achyar Kertamuda, disebutkan bahwa puasa penuh hanya berlaku pada sembilan hari pertama bulan tersebut.
Di antara sembilan hari itu, dua hari terakhir memiliki nama tersendiri: tanggal 8 Dzulhijjah disebut puasa Tarwiyah, sedangkan tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah.
Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah
Bacaan niat dibedakan berdasarkan hari pelaksanaannya. Berikut tiga niat yang perlu diketahui:
1. Niat Puasa 1 hingga 7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ.”
2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”
3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”
Ketiga niat di atas bersumber dari laman resmi Nahdlatul Ulama dan menjadi rujukan yang umum digunakan umat Islam di Indonesia.
Kapan Niat Puasa Sunnah Dzulhijjah Dibaca?
Idealnya, niat puasa dibaca pada malam hari, sejak terbenamnya matahari hingga sebelum waktu fajar tiba.
Namun karena ini tergolong puasa sunnah, ada kelonggaran bagi mereka yang lupa berniat di malam hari.
Niat boleh dibaca di siang hari, mulai dari pagi hingga sebelum masuk waktu zuhur, dengan satu syarat penting:
- Belum melakukan tindakan apapun yang dapat membatalkan puasa sejak subuh.
- Belum makan, minum, atau hal lain yang termasuk pembatal puasa.
- Niat diucapkan sebelum matahari condong ke barat atau sebelum azan zuhur berkumandang.
Kelonggaran ini hanya berlaku untuk puasa sunnah. Untuk puasa wajib seperti Ramadan, niat tetap harus dilakukan sebelum fajar tanpa pengecualian.
Waktu Pelaksanaan Puasa Dzulhijjah 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026.
Berikut jadwal lengkap pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah tahun 2026:
- 1 Dzulhijjah 1447 H — 18 Mei 2026
- 2 Dzulhijjah 1447 H — 19 Mei 2026
- 3 Dzulhijjah 1447 H — 20 Mei 2026
- 4 Dzulhijjah 1447 H — 21 Mei 2026
- 5 Dzulhijjah 1447 H — 22 Mei 2026
- 6 Dzulhijjah 1447 H — 23 Mei 2026
- 7 Dzulhijjah 1447 H — 24 Mei 2026
- 8 Dzulhijjah 1447 H — 25 Mei 2026 (Puasa Tarwiyah)
- 9 Dzulhijjah 1447 H — 26 Mei 2026 (Puasa Arafah)
Perlu dicatat, jadwal di atas mengacu pada hasil hisab dan kalender resmi Kemenag. Penetapan resminya tetap menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada 17 Mei 2026.
Keutamaan Puasa Sunnah Dzulhijjah
Keutamaan berpuasa di bulan Dzulhijjah bukan sekadar anjuran biasa. Ia memiliki landasan hadis yang kuat dan diakui oleh para ulama lintas generasi.
Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan Imam At-Tirmidzi: tidak ada hari-hari yang lebih Allah cintai untuk dijadikan waktu beribadah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Sementara satu malam sholat malam di dalamnya bernilai seperti sholat pada malam Lailatul Qadar.
Hafsah, salah satu istri Rasulullah SAW, juga meriwayatkan dalam HR. Abu Dawud bahwa beliau senantiasa berpuasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah setiap tahunnya.
Keistimewaan Tiap Hari Dalam Sembilan Hari Dzulhijjah
Dalam riwayat Ibnu Abbas, setiap hari dari sembilan hari awal Dzulhijjah memiliki kisah dan keutamaan tersendiri:
- Hari pertama: Allah mengampuni dosa Nabi Adam AS. Siapa yang berpuasa, seluruh dosanya diampuni.
- Hari kedua: Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS yang berada dalam perut ikan. Pahalanya setara ibadah satu tahun tanpa maksiat.
- Hari ketiga: Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria AS. Doa orang yang berpuasa pada hari ini akan dikabulkan.
- Hari keempat: Hari kelahiran Nabi Isa AS. Orang yang berpuasa dijauhkan dari kesusahan dan kemiskinan.
- Hari kelima: Hari kelahiran Nabi Musa AS. Puasa pada hari ini membebaskan dari sifat munafik dan siksa kubur.
- Hari keenam: Allah memberikan kemenangan kepada Nabi Muhammad SAW. Orang yang berpuasa mendapat rahmat dan dibebaskan dari azab.
- Hari ketujuh: Pintu-pintu neraka Jahannam ditutup hingga 10 Dzulhijjah. Berpuasa membuka 30 pintu kemudahan.
- Hari kedelapan (Tarwiyah): Pahalanya tak terhitung, hanya Allah yang mengetahui besarnya.
- Hari kesembilan (Arafah): Dosa dua tahun diampuni, satu tahun lalu dan satu tahun ke depan.
Dalil yang Menjadi Landasan Puasa Ini
Anjuran berpuasa di awal Dzulhijjah bukan sekadar tradisi. Ia berpijak pada dalil yang sahih dan diamalkan para sahabat Nabi.
Ibnu Umar, salah satu sahabat Nabi yang paling dikenal ketekunan ibadahnya, diketahui mengamalkan puasa selama sembilan hari ini setiap tahun.
Para ulama terkemuka seperti Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin, dan Qatadah juga menegaskan keutamaan puasa pada hari-hari tersebut.
Ini menjadikan puasa Dzulhijjah sebagai amalan yang tidak hanya dianjurkan secara teks, tetapi juga dibuktikan secara praktik oleh generasi awal Islam.
Apakah Boleh Berpuasa Hanya Satu atau Beberapa Hari Saja?
Sebagian orang mungkin tidak mampu menjalani sembilan hari berpuasa secara berturut-turut karena berbagai alasan.
Tidak perlu khawatir. Para ulama sepakat bahwa puasa Dzulhijjah boleh dilaksanakan meski tidak lengkap sembilan hari.
Seseorang boleh memilih hari tertentu saja, misalnya hanya puasa Tarwiyah dan Arafah, atau bahkan hanya puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Yang terpenting adalah niatnya tulus karena Allah, dan puasa dilaksanakan sesuai syarat sahnya, yakni menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan sejak fajar hingga maghrib.









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar