Bandung, Kamis 7 Mei 2026 – Korps Protokol Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (KPMJ) menyelenggarakan Workshop Jurnalistik bertema “Manajemen Jurnalistik Krisis di Era Digital” di aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rusmulyadi, M.Si, yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi, Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tantangan media massa di era digital serta strategi menghadapi krisis dalam dunia jurnalistik.
Acara ini membahas bagaimana manajemen krisis menjadi bagian penting dalam organisasi media. Manajemen krisis dijelaskan sebagai proses strategis yang meliputi identifikasi potensi krisis, persiapan rencana tindakan, respon cepat ketika krisis terjadi, pemulihan pasca krisis, hingga evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.
Dalam pembahasan, peserta juga diperkenalkan pada konsep dasar manajemen yang terdiri dari tiga elemen penting, yaitu proses, sumber daya, dan pencapaian tujuan. Ketiga elemen tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami bagaimana organisasi media dapat tetap berjalan stabil meskipun menghadapi tekanan krisis.
Selain itu, kegiatan ini menekankan bahwa komunikasi internal memegang peran utama dalam situasi krisis. Komunikasi internal yang efektif dapat memberikan ketenangan, mengurangi kebingungan, serta memotivasi anggota organisasi agar tetap solid menghadapi situasi yang sulit.
Kajian ini juga mengulas perkembangan dunia jurnalistik dalam berbagai perspektif, mulai dari jurnalistik sebagai praktik, profesi, institusi, teks, hingga tindakan sosial. Peserta diajak memahami bahwa jurnalistik bukan hanya kegiatan menyebarkan berita, tetapi juga mencakup proses pencarian kebenaran dan penyampaian informasi melalui metode tertentu.
Dalam penyampaiannya, Rusmulyadi menjelaskan bahwa manajemen krisis menjadi hal yang sangat penting karena berkaitan erat dengan komunikasi krisis yang dibangun oleh organisasi ketika menghadapi situasi darurat atau permasalahan tertentu.
Menurutnya, manajemen krisis merupakan proses strategis yang mencakup identifikasi potensi krisis, penyusunan rencana tindakan, respons cepat saat krisis terjadi, hingga proses pemulihan dan evaluasi agar organisasi dapat memperbaiki diri ke depannya.
“Workshop ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi mahasiswa untuk memahami tantangan jurnalis, terutama dalam menghadapi tekanan informasi cepat, algoritma digital, serta perubahan perilaku konsumsi berita masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Rusmulyadi menjelaskan bahwa perkembangan era digital membawa perubahan besar dalam dunia jurnalistik dan media massa. Di era digital, penyebaran informasi berlangsung sangat cepat melalui media sosial dan platform digital sehingga organisasi dituntut mampu memberikan respons secara real-time.
Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media untuk terus menjaga kualitas jurnalisme melalui informasi yang akurat, terpercaya, dan relevan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga membahas tantangan besar media konvensional, termasuk dominasi algoritma platform digital serta pergeseran belanja iklan yang kini lebih banyak masuk ke media digital, bahkan sebagian besar dikuasai platform asing.
Kondisi ini menuntut media untuk melakukan inovasi, memperkuat kualitas jurnalistik melalui kurasi, serta mengembangkan strategi bisnis baru seperti Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).
Workshop ini membahas bagaimana media massa mengalami transformasi digital, termasuk perubahan dari media konvensional seperti surat kabar dan televisi menuju platform digital seperti media sosial, blog, dan forum. Transformasi ini menuntut media untuk tetap menjaga kualitas jurnalistik melalui kurasi informasi yang ketat agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Penulis
Tatin Khoeriah









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar