Rajab, salah satu dari empat bulan suci dalam tahun Hijriah. Pada bulan ini, umat Muslim dapat menjalankan ibadah sunnah puasa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Bulan ketujuh dalam kalender Islam ini membawa berkah tersendiri bagi umat muslim yang memperbanyak amalan saleh.
Namun sampai kapan sebenarnya waktu yang tersedia untuk menunaikan puasa sunnah di bulan Rajab tahun 1447 Hijriah? Berikut ulasan lebih lengkapnya.
Kalender Hijriah Bulan Rajab 1447 H
Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan bahwa tanggal 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan Minggu, 21 Desember 2025.
Penetapan ini mengacu pada perhitungan pergerakan bulan yang mengorbit bumi. Berikut rincian lengkap kalender Rajab 1447 H yang dapat menjadi panduan ibadah:
- 1 Rajab: Minggu, 21 Desember 2025
- 2 Rajab: Senin, 22 Desember 2025
- 3 Rajab: Selasa, 23 Desember 2025
- 4 Rajab: Rabu, 24 Desember 2025
- 5 Rajab: Kamis, 25 Desember 2025
- 6 Rajab: Jumat, 26 Desember 2025
- 7 Rajab: Sabtu, 27 Desember 2025
- 8 Rajab: Minggu, 28 Desember 2025
- 9 Rajab: Senin, 29 Desember 2025
- 10 Rajab: Selasa, 30 Desember 2025
- 11 Rajab: Rabu, 31 Desember 2025
- 12 Rajab: Kamis, 1 Januari 2026
- 13 Rajab: Jumat, 2 Januari 2026
- 14 Rajab: Sabtu, 3 Januari 2026
- 15 Rajab: Minggu, 4 Januari 2026
- 16 Rajab: Senin, 5 Januari 2026
- 17 Rajab: Selasa, 6 Januari 2026
- 18 Rajab: Rabu, 7 Januari 2026
- 19 Rajab: Kamis, 8 Januari 2026
- 20 Rajab: Jumat, 9 Januari 2026
- 21 Rajab: Sabtu, 10 Januari 2026
- 22 Rajab: Minggu, 11 Januari 2026
- 23 Rajab: Senin, 12 Januari 2026
- 24 Rajab: Selasa, 13 Januari 2026
- 25 Rajab: Rabu, 14 Januari 2026
- 26 Rajab: Kamis, 15 Januari 2026
- 27 Rajab: Jumat, 16 Januari 2026
- 28 Rajab: Sabtu, 17 Januari 2026
- 29 Rajab: Minggu, 18 Januari 2026
- 30 Rajab: Senin, 19 Januari 2026
Perlu dicatat bahwa Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah menetapkan awal Rajab jatuh pada Senin, 22 Desember 2025, sehingga tanggal-tanggal berikutnya mengikuti ketentuan tersebut bagi mereka yang mengacu pada ikhbar NU.
Sampai Kapan Puasa Rajab 2026?
Berdasarkan kalender yang dirilis Kementerian Agama, bulan Rajab 1447 H berlangsung selama 30 hari dan berakhir pada Senin, 19 Januari 2026.
Akhir bulan ini ditandai dengan terbenamnya matahari atau masuknya waktu Maghrib pada hari tersebut. Setelah itu, umat Islam akan memasuki bulan Syaban yang dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026.
Tidak ada batasan khusus mengenai berapa hari seseorang harus berpuasa di bulan Rajab. Setiap Muslim bebas memilih waktu pelaksanaan puasa sunnah sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Yang penting adalah niat yang tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi yang ingin memaksimalkan ibadah puasa di bulan mulia ini, ada beberapa pilihan yang bisa diambil. Pertama, menjalankan puasa Senin-Kamis yang dianjurkan sepanjang tahun. Kedua, menunaikan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
Jadwal Puasa Senin-Kamis di Bulan Rajab 1447 H:
- Senin, 22 Desember 2025
- Kamis, 25 Desember 2025
- Senin, 29 Desember 2025
- Kamis, 1 Januari 2026
- Senin, 5 Januari 2026
- Kamis, 8 Januari 2026
- Senin, 12 Januari 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
- Senin, 19 Januari 2026
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H (Menurut Kemenag):
- 13 Rajab: Jumat, 2 Januari 2026
- 14 Rajab: Sabtu, 3 Januari 2026
- 15 Rajab: Minggu, 4 Januari 2026
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H (Menurut NU):
- 13 Rajab: Sabtu, 3 Januari 2026
- 14 Rajab: Minggu, 4 Januari 2026
- 15 Rajab: Senin, 5 Januari 2026
Imam an-Nawawi menyatakan tidak ada hadits yang secara eksplisit melarang atau mewajibkan puasa di bulan Rajab.
Hukum dasarnya adalah sunnah atau dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada bulan-bulan suci, termasuk Rajab.
Niat Puasa Rajab
Sebelum memulai puasa, membaca niat merupakan langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Berikut bacaan niat untuk berbagai jenis puasa sunnah yang dapat diamalkan selama bulan Rajab:
Niat Puasa Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta’aalaa
Artinya: “Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumal khamiisi sunnatan lilaahi ta’aalaa
Artinya: “Sengaja saya berpuasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Sengaja saya berpuasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Puasa Rajab merupakan kesempatan emas untuk menambah pahala dan mempersiapkan diri menjelang Ramadhan. Meskipun bukan kewajiban, amalan ini sangat dianjurkan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar