Wajib Setahun Sekali, Ini Link Web dan Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026

Wajib Setahun Sekali, Ini Link Web dan Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026
Ilustrasi Skrining BPJS Kesehatan via HP.

Mulai 1 Januari 2026, peserta BPJS Kesehatan diwajibkan menjalani skrining riwayat kesehatan secara berkala setiap satu tahun sekali melalui layanan resmi BPJS Kesehatan.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk membantu proses deteksi dini penyakit kronis sejak awal agar peserta bisa memperoleh penanganan medis lebih cepat dan tepat sesuai kondisi kesehatannya.

Pemeriksaan awal ini dapat dilakukan secara mandiri tanpa harus datang ke kantor BPJS. Peserta cukup memakai ponsel melalui aplikasi Mobile JKN atau situs resmi skrining kesehatan BPJS.

Langkah pengecekan kesehatan ini menjadi bagian penting sebelum peserta memperoleh layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, maupun dokter praktik.

BPJS Kesehatan menyebut skrining kesehatan tahunan bukan sekadar formalitas administrasi. Pemeriksaan ini membantu tenaga medis memahami kondisi peserta lebih lengkap sejak awal.

Banyak orang tidak menyadari tubuhnya mulai menunjukkan tanda gangguan kesehatan. Saat keluhan muncul, kondisi sering kali sudah berkembang menjadi penyakit serius dan butuh penanganan intensif.

Karena itu, pengecekan riwayat kesehatan secara rutin dinilai penting untuk memantau potensi penyakit seperti diabetes, hipertensi, stroke, hingga gangguan jantung sejak dini.

Apa Itu Skrining Kesehatan?

Skrining kesehatan BPJS merupakan layanan pemeriksaan awal berbasis pertanyaan kesehatan untuk mengetahui potensi risiko penyakit tertentu pada peserta JKN aktif.

Peserta nantinya diminta mengisi sejumlah pertanyaan mengenai kondisi tubuh, kebiasaan hidup, riwayat kesehatan, berat badan, hingga tinggi badan melalui sistem resmi BPJS Kesehatan.

Setelah seluruh data selesai diisi, sistem otomatis menampilkan hasil penilaian kesehatan beserta tingkat risiko penyakit yang mungkin perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Layanan ini tidak dipungut biaya tambahan selama peserta BPJS Kesehatan masih aktif. Hasil skrining juga bisa dijadikan bahan konsultasi ketika berobat ke fasilitas kesehatan.

Beberapa penyakit yang dapat terdeteksi melalui skrining kesehatan BPJS antara lain hipertensi, diabetes mellitus, stroke, hepatitis, kanker serviks, hingga penyakit jantung iskemik.

Selain membantu peserta, hasil skrining juga memudahkan dokter memahami kondisi pasien lebih cepat sehingga pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Penyakit yang Bisa Terdeteksi Lewat Skrining BPJS

BPJS Kesehatan memasukkan sejumlah penyakit prioritas dalam layanan skrining riwayat kesehatan yang dilakukan secara online melalui website maupun aplikasi resmi.

Berikut beberapa penyakit yang masuk dalam daftar pemantauan skrining BPJS Kesehatan:

  1. Hipertensi
  2. Diabetes Mellitus
  3. Stroke
  4. Penyakit jantung iskemik
  5. Kanker payudara
  6. Kanker serviks
  7. Tuberkulosis
  8. Hepatitis B
  9. Hepatitis C
  10. Thalasemia

Pemeriksaan awal tersebut membantu peserta memahami potensi risiko kesehatan pribadi sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang parah.

Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026

Pengecekan riwayat kesehatan BPJS tahun 2026 dapat dilakukan secara online melalui website resmi maupun aplikasi Mobile JKN yang tersedia di ponsel Android dan iPhone.

Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan status kesehatan peserta berupa kategori berisiko atau tidak berisiko berdasarkan jawaban yang telah diisi sebelumnya.

1. Melalui Web

Peserta yang ingin melakukan skrining lewat browser dapat memakai layanan resmi BPJS Kesehatan melalui tautan berikut:

Berikut langkah melakukan skrining kesehatan BPJS melalui website resmi:

  1. Buka situs skrining BPJS Kesehatan.
  2. Masukkan nomor kartu BPJS atau NIK.
  3. Isi tanggal lahir peserta sesuai data.
  4. Ketik kode CAPTCHA yang muncul di layar.
  5. Tekan tombol “Cari Peserta”.
  6. Pilih persetujuan untuk melanjutkan proses.
  7. Isi berat badan dan tinggi badan terbaru.
  8. Sistem otomatis menampilkan nilai IMT peserta.
  9. Masukkan nomor HP aktif yang masih digunakan.
  10. Jawab seluruh pertanyaan kesehatan sampai selesai.
  11. Tekan tombol “Simpan” setelah seluruh data lengkap.
  12. Hasil skrining langsung muncul di halaman akhir.

Peserta juga dapat melihat detail jawaban sebelumnya melalui menu review jawaban skrining yang tersedia pada bagian bawah halaman hasil pemeriksaan kesehatan.

Jika sistem mendeteksi adanya risiko penyakit tertentu, peserta biasanya diarahkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang terdaftar.

2. Melalui Aplikasi

Selain lewat website, pemeriksaan kesehatan tahunan BPJS juga dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN yang tersedia di Play Store dan App Store.

Berikut langkah skrining kesehatan BPJS melalui aplikasi Mobile JKN:

  1. Unduh aplikasi Mobile JKN di ponsel.
  2. Login memakai NIK atau nomor kartu BPJS.
  3. Masuk ke halaman utama aplikasi.
  4. Pilih menu “Lainnya”.
  5. Tekan fitur “Skrining Riwayat Kesehatan”.
  6. Pilih nomor peserta yang akan diperiksa.
  7. Tekan tombol persetujuan untuk lanjut.
  8. Isi data tinggi dan berat badan terbaru.
  9. Sistem menampilkan hasil IMT otomatis.
  10. Jawab seluruh pertanyaan kesehatan tersedia.
  11. Tekan tombol “Simpan” jika sudah selesai.
  12. Hasil penilaian kesehatan langsung muncul.

Aplikasi Mobile JKN juga menyediakan informasi status risiko kesehatan peserta beserta riwayat jawaban yang sebelumnya telah pernah diisi melalui sistem BPJS.

Apa Arti Hasil Skrining BPJS?

Setelah proses pemeriksaan selesai, peserta akan menerima hasil penilaian kesehatan berdasarkan jawaban dan data tubuh yang telah dimasukkan sebelumnya.

Umumnya hasil skrining dibagi menjadi dua kategori utama, yakni berisiko dan tidak berisiko terhadap sejumlah penyakit yang dipantau oleh BPJS Kesehatan.

Jika hasil menunjukkan status tidak berisiko, peserta tetap dianjurkan menjaga pola hidup sehat serta rutin melakukan pengecekan kesehatan setiap tahun secara berkala.

Sementara peserta dengan status berisiko biasanya disarankan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan tingkat pertama agar mendapat pemeriksaan medis lanjutan lebih lengkap.

Petugas medis nantinya dapat memberikan edukasi, pemeriksaan tambahan, maupun tindakan pencegahan sesuai kondisi kesehatan peserta berdasarkan hasil skrining tersebut.

Cara Melihat Riwayat Skrining BPJS Kesehatan

Riwayat hasil skrining kesehatan BPJS dapat dicek kembali melalui website resmi maupun aplikasi Mobile JKN menggunakan akun peserta masing masing.

Berikut langkah melihat riwayat skrining kesehatan BPJS:

  1. Login ke aplikasi Mobile JKN atau website skrining.
  2. Masuk ke menu skrining riwayat kesehatan.
  3. Pilih data peserta yang ingin dicek.
  4. Buka hasil pemeriksaan sebelumnya.
  5. Gulir halaman hingga bagian review jawaban.
  6. Sistem menampilkan detail jawaban dan hasil lama.

Fitur riwayat ini memudahkan peserta memantau perkembangan kondisi kesehatan dari tahun ke tahun tanpa perlu menyimpan dokumen secara manual.

Kenapa Skrining BPJS Menjadi Penting?

Pemeriksaan kesehatan tahunan membantu peserta mengetahui kondisi tubuh lebih cepat sebelum penyakit berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

Tidak sedikit orang baru mengetahui dirinya mengalami diabetes atau hipertensi setelah kondisi tubuh mulai menurun dan membutuhkan penanganan medis lebih intensif.

Karena itu, skrining kesehatan tahunan dianggap menjadi langkah awal yang cukup membantu dalam proses pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat.

Selain membantu peserta, hasil skrining juga membuat proses pemeriksaan dokter menjadi lebih cepat karena tenaga medis telah memiliki gambaran kondisi pasien sebelumnya.

BPJS Kesehatan juga menilai pemeriksaan rutin mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan karena penanganan penyakit dapat dilakukan sejak tahap awal munculnya risiko.

Kapan Skrining BPJS Kesehatan Dilakukan Lagi?

Skrining kesehatan BPJS hanya dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun kalender oleh setiap peserta JKN aktif yang terdaftar pada sistem resmi BPJS Kesehatan.

Artinya, setelah peserta berhasil melakukan pemeriksaan tahun ini, layanan skrining baru bisa kembali diakses mulai tanggal 1 Januari pada tahun berikutnya.

Sebagai contoh, peserta yang sudah melakukan skrining kesehatan pada tahun 2026 baru dapat kembali mengakses layanan tersebut mulai 01 Januari 2027 mendatang.

Ketentuan tersebut diterapkan agar proses pemantauan kesehatan peserta berjalan lebih teratur sekaligus mempermudah pencatatan riwayat kesehatan tahunan peserta.

Meski hanya dilakukan setahun sekali, peserta tetap dianjurkan menjaga pola hidup sehat dan segera memeriksakan diri apabila muncul keluhan kesehatan tertentu.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Skrining Berisiko?

Peserta tidak perlu panik apabila hasil skrining menunjukkan status berisiko terhadap penyakit tertentu karena hasil tersebut masih berupa deteksi awal kesehatan.

Langkah terbaik setelah menerima hasil berisiko ialah segera berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai data kepesertaan BPJS Kesehatan.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan kondisi kesehatan peserta sebelum menentukan langkah penanganan yang sesuai dan diperlukan.

Peserta juga dianjurkan mulai memperbaiki pola makan, memperbanyak aktivitas fisik, mengurangi konsumsi gula berlebih, serta menjaga kualitas waktu istirahat harian.

Apabila mengalami kendala saat proses skrining berlangsung, peserta dapat menghubungi Care Center 165 atau memakai layanan asisten virtual resmi BPJS Kesehatan.

Penulis yang gemar merangkai fakta menjadi cerita ringan dan tajam, membahas peristiwa, teknologi, hingga informasi bansos secara aktual.