Masalah lupa atau salah memasukkan passphrase Coretax kerap dialami wajib pajak saat hendak menandatangani dokumen elektronik atau mengurus administrasi pajak penting.
Situasi ini sering muncul tiba-tiba, terutama ketika passphrase jarang digunakan namun dibutuhkan saat pelaporan SPT atau pengajuan permohonan tertentu.
Passphrase di Coretax berperan sebagai pengaman sertifikat elektronik sekaligus otorisasi sah atas setiap tindakan resmi yang dilakukan wajib pajak di sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ketika passphrase bermasalah, proses administrasi bisa terhenti.
Kabar baiknya, DJP menyediakan mekanisme yang relatif sederhana untuk mengatasi kondisi tersebut. Wajib pajak tidak perlu panik atau langsung datang ke kantor pajak.
Selama akun Coretax masih bisa diakses, proses penggantian passphrase dapat dilakukan secara mandiri melalui sistem. Berikut panduan selengkapnya.
Cara Mengganti Passphrase di Coretax
Proses penggantian passphrase yang lupa atau salah dapat dilakukan langsung melalui pengajuan ulang kode otorisasi. Berikut langkah-langkahnya:
- Kunjungi situs https://coretaxdjp.pajak.go.id dan masuk menggunakan NPWP atau NIK beserta password aktif Anda.
- Setelah berhasil masuk, pilih menu Portal Saya yang terletak di halaman utama.
- Klik opsi Pengajuan Kode Otorisasi/Sertifikat Digital untuk memulai proses pembuatan passphrase baru.
- Sistem akan menampilkan identitas dan kontak Anda. Pastikan semua informasi sudah benar sebelum melanjutkan.
- Pada bagian rincian sertifikat, pilih Kode Otorisasi DJP.
- Masukkan passphrase baru yang memenuhi standar keamanan sistem, kemudian ketik ulang pada kolom konfirmasi untuk memastikan keakuratan.
- Centang kotak pernyataan wajib pajak sebagai tanda bahwa Anda bertanggung jawab penuh atas passphrase yang dibuat.
- Klik tombol Simpan untuk menyelesaikan proses. Sistem akan menampilkan tanda terima yang dapat Anda unduh sebagai bukti pengajuan.
- Masuk ke menu Profil Saya, cari bagian Nomor Identifikasi Eksternal, pilih Digital Sertifikat, kemudian klik Periksa Status. Tekan tombol Generate agar status berubah menjadi valid dan passphrase siap digunakan.
Proses ini tidak memakan waktu lama dan dapat diselesaikan sendiri tanpa bantuan petugas. Pastikan Anda menyimpan passphrase baru dengan baik agar tidak mengalami masalah serupa di kemudian hari.
Contoh dan Ketentuan Passphrase di Coretax
Passphrase yang Anda buat harus memenuhi standar keamanan ketat untuk melindungi data perpajakan dari akses tidak sah. Berikut persyaratan yang wajib dipenuhi:
Ketentuan Teknis:
- Terdiri dari minimal 8 karakter hingga maksimal 32 karakter
- Wajib mengandung setidaknya satu huruf besar (kapital)
- Wajib mengandung setidaknya satu huruf kecil
- Wajib mengandung setidaknya satu angka
- Wajib mengandung setidaknya satu karakter khusus
Karakter Khusus yang Diperbolehkan:
Simbol seperti tanda seru (!), pagar (#), persen (%), ampersand (&), dan dolar ($) dapat digunakan. Namun, garis miring (/), tanda petik (‘), dan tanda tambah (+) tidak diizinkan karena dapat menyebabkan kesalahan sistem.
Contoh Struktur Passphrase:
Karena passphrase bersifat pribadi dan rahasia, tidak ada contoh yang dapat langsung digunakan. Anda perlu membuat sendiri dengan pola yang mudah diingat namun sulit ditebak. Misalnya, gabungkan kata bermakna dengan angka dan simbol: “HobiMancing#2025!” atau “RahasiaKu@Jakarta17”.
Yang terpenting, hindari penggunaan informasi pribadi yang mudah ditebak seperti nama lengkap, tanggal lahir Anda sendiri, atau nomor NPWP. Informasi seperti ini relatif mudah diketahui orang lain dan dapat membahayakan keamanan akun Anda.
Tips Membuat Passphrase yang Aman
Agar passphrase Coretax kuat namun tetap mudah diingat, beberapa tips berikut layak dipertimbangkan:
1. Gunakan kombinasi kata bermakna
Pilih dua atau tiga kata yang memiliki arti penting bagi Anda, lalu gabungkan dengan angka dan simbol. Misalnya, nama kota favorit ditambah tahun kenangan spesial.
2. Hindari informasi yang mudah ditebak
Jangan pernah menggunakan nama lengkap, tanggal lahir, nomor telepon, atau NPWP sebagai bagian dari passphrase. Data seperti ini mudah ditemukan dan meningkatkan risiko keamanan.
3. Ciptakan pola unik
Ambil huruf awal dari kalimat favorit Anda, kemudian sisipkan angka dan simbol. Contohnya, “Rajin Menabung Untuk Masa Depan” bisa menjadi “RmUmD@2025!”.
4. Variasikan penggunaan huruf
Jangan hanya meletakkan huruf besar di awal. Sebarkan huruf kapital di tengah atau akhir passphrase untuk meningkatkan kompleksitas.
5. Simpan di tempat aman
Meskipun idealnya diingat, Anda dapat mencatat passphrase dalam aplikasi pengelola kata sandi terenkripsi atau catatan pribadi yang tersimpan aman.
6. Perbarui secara berkala
Meskipun tidak diwajibkan, mengganti passphrase setiap beberapa bulan akan meningkatkan tingkat keamanan akun Anda.
Ingatlah bahwa passphrase yang baik adalah yang cukup rumit bagi orang lain untuk menebaknya, namun cukup mudah bagi Anda untuk mengingatnya.
Jangan sampai membuat passphrase yang terlalu sederhana hanya karena takut lupa, tetapi juga jangan membuat yang terlalu kompleks hingga Anda sendiri kesulitan menghafalnya. Semoga bermanfaat!









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar