Tahun ajaran 2025/2026 aplikasi e-Rapor membawa sejumlah pembaruan. Aplikasi e-Rapor kini dilengkapi menu Kokurikuler yang wajib diisi oleh admin sekolah.
Perubahan ini muncul sebagai respons terhadap panduan resmi dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen.
Kokurikuler merupakan aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi intrakurikuler. Tujuannya membentuk kompetensi siswa secara menyeluruh, terutama dari sisi pembangunan karakter.
Aktivitas ini terhubung langsung dengan delapan dimensi profil lulusan: keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Banyak guru dan admin sekolah masih bertanya-tanya bagaimana mengisi menu baru ini dengan benar. Pengisian yang sistematis akan membantu sekolah mendokumentasikan kegiatan pembiasaan yang sudah berjalan sekaligus memastikan kesesuaian dengan standar nasional.
Cara Mengisi Kokurikuler di e-Rapor
Proses pengisian menu Kokurikuler harus dilakukan melalui akun admin sekolah. Wali kelas atau guru mata pelajaran tidak memiliki akses untuk menginput data ini.
Berikut langkah-langkah lengkapnya:
1. Login menggunakan akun admin
Buka aplikasi e-Rapor dan masuk menggunakan kredensial admin sekolah. Pastikan Anda menggunakan akun yang memiliki hak akses penuh.
2. Masuk ke menu Data Kokurikuler
Setelah login, cari menu Data Kokurikuler pada dashboard. Di dalam menu ini terdapat tiga bagian yang harus diisi secara berurutan: Daftar Tema, Kegiatan Kokurikuler, dan Kelompok Kokurikuler.
3. Isi Daftar Tema
Klik submenu Daftar Tema, lalu pilih tombol Tambah. Masukkan nama tema yang sesuai dengan karakteristik kegiatan di sekolah Anda.
Contohnya: “Karakter dan Spiritualitas” untuk kegiatan keagamaan, “Kesehatan dan Kebersihan” untuk aktivitas olahraga dan sanitasi, atau “Literasi dan Akademik” untuk program membaca dan bimbingan belajar. Pastikan status tema diatur menjadi Aktif. Setiap sekolah bisa menentukan nama tema berbeda sesuai konteks dan kebutuhan.
4. Tambahkan Kegiatan Kokurikuler
Buka submenu Kegiatan Kokurikuler. Pilih tema yang sudah dibuat sebelumnya, kemudian tentukan fase pembelajaran (misalnya Fase C untuk kelas 5-6 SD atau Fase D untuk SMP).
Klik tombol Tambah dan isi formulir dengan informasi berikut:
- Nomor urut kegiatan (misal: 1, 2, 3)
- Nama kegiatan (contoh: Sholat Berjamaah, Upacara Bendera, Senam Pagi)
- Tujuan akhir kegiatan dalam kalimat lengkap yang menjelaskan manfaat pembentukan karakter
Contoh tujuan untuk Sholat Berjamaah: “Melalui sholat berjamaah, siswa dibina menjadi pribadi beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan penuh kebersamaan, sehingga terbentuk budaya religius yang menguatkan karakter sekolah.”
Klik Simpan setelah selesai. Anda bisa menambahkan beberapa kegiatan sekaligus dalam satu tema.
5. Hubungkan dengan Profil Lulusan
Setelah kegiatan tersimpan, klik menu tiga titik di samping nama kegiatan, lalu pilih Ubah Profil Lulusan. Pilih dimensi profil lulusan yang relevan dengan kegiatan tersebut, seperti keimanan, kolaborasi, atau kesehatan. Langkah ini penting agar kegiatan terhubung dengan tujuan pembelajaran nasional.
6. Buat Kelompok Kokurikuler
Masuk ke submenu Kelompok Kokurikuler. Klik Tambah Kelompok dan isi data:
- Tingkat kelas (misalnya: kelas 5, 7, atau 9)
- Fase pembelajaran
- Koordinator kelompok (biasanya wali kelas atau guru piket)
Setelah kelompok dibuat, klik Tambah Data untuk memasukkan kegiatan yang akan diikuti kelompok tersebut. Anda bisa memilih satu atau semua kegiatan yang sudah diinput sebelumnya.
7. Daftarkan Anggota Kelompok
Jangan lewatkan langkah ini. Klik Tambah Anggota pada kelompok yang sudah dibuat, pilih kategori Reguler, lalu pilih siswa yang akan mengikuti kegiatan. Anda bisa menambahkan seluruh siswa dalam satu kelas sekaligus. Tanpa pendaftaran anggota, guru tidak bisa memberikan penilaian kokurikuler.
8. Verifikasi di akun wali kelas
Login menggunakan akun wali kelas untuk memastikan menu Nilai Kokurikuler sudah muncul. Jika sudah tampil, berarti pengisian admin telah berhasil. Wali kelas kemudian bisa melanjutkan dengan memberikan penilaian terhadap partisipasi siswa dalam setiap kegiatan.
Contoh Deskripsi Kokurikuler di Rapor
Setelah admin menyelesaikan pengaturan, wali kelas akan mengisi deskripsi pencapaian siswa. Deskripsi ini menggambarkan perkembangan siswa pada dimensi profil lulusan melalui kegiatan kokurikuler. Berikut beberapa contoh penulisan deskripsi:
Contoh 1 – Tema Kesehatan
“Pada semester ini, ananda menunjukkan pencapaian baik dalam penguatan profil lulusan melalui kegiatan Gerakan Olahraga dan Gizi Seimbang. Pada dimensi keimanan, ananda cakap dalam hubungan dengan Tuhan. Pada dimensi penalaran kritis, ananda berkembang dalam pengambilan keputusan. Pada dimensi kemandirian, ananda cakap bertanggung jawab. Pada dimensi kesehatan, ananda cakap dalam kebugaran fisik dan mental.”
Contoh 2 – Tema Anti-Perundungan
“Pada semester ini, ananda menunjukkan pencapaian baik melalui kegiatan Agen Perubahan dan Duta Toleransi. Pada dimensi keimanan, ananda mahir dalam hubungan dengan sesama manusia. Pada dimensi kewargaan, ananda berkembang dalam kewargaan lokal. Pada dimensi kemandirian, ananda cakap bertanggung jawab. Pada dimensi kolaborasi, ananda cakap dalam kerja sama dan kepedulian.”
Contoh 3 – Tema Lingkungan
“Pada semester ini, ananda menunjukkan pencapaian baik dalam kegiatan Peduli Lingkungan. Pada dimensi penalaran kritis, ananda mampu menjelaskan interaksi komponen ekosistem. Pada dimensi komunikasi, ananda menyampaikan gagasan dengan lancar, namun alur penyampaian perlu lebih runtut dan logis.”
Contoh 4 – Tema Budaya Lokal
“Pada semester ini, ananda menunjukkan pencapaian baik dalam kegiatan Kearifan Lokal. Pada dimensi kewargaan, ananda menunjukkan kebanggaan terhadap budaya daerah dan keinginan untuk melestarikannya. Pada dimensi kolaborasi, ananda aktif berpartisipasi dengan penuh tanggung jawab. Pada dimensi kreativitas, karya seni yang ditampilkan sangat orisinal dan bermakna.”









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar