Inilah Peringkat Kesejahteraan Keluarga yang Berhak Dapat Bansos, Cek Apakah Anda Termasuk

Inilah Peringkat Kesejahteraan Keluarga yang Berhak Dapat Bansos, Cek Apakah Anda Termasuk
Ilustrasi Penerima Bansos.

Pemerintah menetapkan siapa yang berhak menerima bantuan sosial melalui sistem pemeringkatan kesejahteraan yang disebut Peringkat Kesejahteraan Keluarga atau lebih dikenal sebagai desil.

Pengelompokan ini menjadi rujukan utama berbagai program perlindungan sosial, mulai dari PKH, BPNT, BLT Kesra hingga bantuan iuran kesehatan.

Karena itu, posisi desil suatu keluarga dapat menentukan penerimaan bansos. Meski demikian, desil rendah juga tidak menjamin keluarga memperoleh bansos, berikut alasannya.

Peringkat Kesejahteraan Keluarga

1. Desil 1–4

Kelompok pada rentang ini digolongkan sebagai keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Umumnya mereka mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan, biaya sekolah anak, hingga akses layanan kesehatan.

Pemerintah menjadikan desil 1–4 sebagai sasaran utama berbagai program bantuan sosial berskala nasional. Bantuan yang bisa diterima antara lain:

  • Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak.
  • Program Sembako atau BPNT, berupa bantuan pangan setiap bulan.
  • PBI Jaminan Kesehatan, yang memungkinkan seluruh anggota keluarga mendapatkan layanan kesehatan tanpa biaya.
  • ATENSI dan berbagai program rehabilitasi sosial lain dari Kemensos.
  • Beragam bantuan tambahan sesuai asesmen pemerintah daerah atau kebutuhan darurat tertentu.

2. Desil 5

Desil 5 berada satu tingkat di atas kelompok paling rentan. Kondisi ekonomi tingkatan ini dianggap pas-pasan atau cukup untuk bertahan hidup, namun belum stabil.

Pemerintah tidak memprioritaskan desil ini untuk mendapatkan bansos reguler. Meski begitu, desil 5 tetap berkesempatan menerima PBI Jaminan Kesehatan (PBI-JK) atau bantuan lain yang penyalurannya berdasarkan asesmen khusus.

3. Desil 6–10

Rumah tangga dalam kelompok ini dikategorikan sebagai masyarakat menengah hingga sejahtera. Kemampuan ekonomi mereka dinilai cukup stabil, sehingga tidak menjadi prioritas dalam program perlindungan sosial.

Karena itu, desil 6–10 tidak berhak menerima bansos, baik yang sifatnya reguler maupun tambahan. Pemerintah menganggap kelompok ini mampu mengakses layanan non-subsidi karena dianggap mampu memenuhi kebutuhan dasar dan layanan publik secara mandiri.

Kenapa Desil Rendah Tidak Dapat Bansos?

Meskipun berada di desil 1 hingga 4, tidak semua keluarga otomatis menerima bantuan. Ada sejumlah kondisi yang membuat nama seseorang tidak lolos verifikasi, antara lain:

1. Tidak berada di alamat sesuai KTP saat verifikasi

Pendamping sosial melakukan pengecekan langsung untuk memastikan penerima benar-benar tinggal di alamat yang terdaftar. Jika saat verifikasi warga sedang merantau, pindah domisili, atau tidak tinggal di alamat tersebut, datanya tidak dapat divalidasi sehingga bantuan dialihkan ke calon penerima lain.

2. Ketidaksesuaian data ekonomi dengan kenyataan

Dalam beberapa kasus, seseorang masih tercatat sebagai desil rendah meski sebenarnya sudah bekerja tetap, memiliki penghasilan stabil, atau kondisi ekonominya meningkat. Ketidaksesuaian ini membuat keluarga tersebut gugur dalam verifikasi lapangan.

3. Anggota keluarga yang menjadi calon penerima telah meninggal

Jika data tidak diperbarui, nama keluarga yang sudah wafat tetap muncul dalam daftar usulan. Kondisi ini membuat data tidak bisa diproses dan bantuan tidak dapat diberikan.

4. Terindikasi terlibat judi online atau pinjaman online bermasalah

Berdasarkan temuan PPTAK, tak sedikit warga yang mengalami penonaktifan bansos karena namanya tercatat memiliki riwayat transaksi yang dikategorikan berisiko, seperti judol atau pinjaman online yang disalahgunakan.

Dalam kondisi seperti ini, penerima harus melakukan klarifikasi untuk membuktikan bahwa data tersebut tidak benar atau merupakan penyalahgunaan identitas.

5. Status penerima sebelumnya pernah dicabut

Warga yang pernah menerima bansos namun kemudian dinonaktifkan harus melalui proses klarifikasi ulang sebelum dapat diaktifkan kembali.

Kendala-kendala seperti inilah yang membuat sebagian orang yang berada di desil rendah tetap tidak mendapatkan bantuan, meski secara sistem mereka masuk kategori prioritas.

Cara Klarifikasi Data Desil yang Tidak Sesuai

Bagi warga yang merasa seharusnya masuk penerima namun tidak tercantum atau memiliki desil yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, berikut langkah klarifikasi yang dapat ditempuh:

  1. Datangi kantor desa atau kelurahan dan bawa fotokopi KK serta KTP.
  2. Sampaikan permohonan pembaruan data kepada operator desa yang mengakses sistem SIKS-NG.
  3. Tunggu verifikasi lapangan oleh pendamping sosial atau petugas daerah.
  4. Biarkan proses validasi berjalan di tingkat kabupaten/kota hingga pusat.
  5. Cek kembali status bansos melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui perangkat desa.

Perubahan data biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung antrean dan proses pemeriksaan.

Penulis yang gemar merangkai fakta menjadi cerita ringan dan tajam, membahas peristiwa, teknologi, hingga informasi bansos secara aktual.