Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah merilis pengumuman mengenai awal bulan suci Rajab tahun ini.
Penetapan awal bulan mulia ini dinanti-nantikan oleh jutaan umat Islam Nahdliyin yang tersebar di seluruh Nusantara untuk memulai berbagai amalan dan ibadah istimewa.
Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Quran. Tidak heran jika umat muslim menantikan bulan yang mulia ini.
Kapan 1 Rajab 2025 NU?
Melalui surat pengumuman bernomor 110/PB.08/A.II.11.13/13/12/2025, LF PBNU menetapkan bahwa awal Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 22 Desember 2025.
Dokumen resmi tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa, bersama Sekretaris LF PBNU, H Asmui Mansur, pada akhir pekan lalu.
Keputusan ini diambil berdasarkan metode rukyatul hilal yang digelar serentak pada Sabtu, 29 Jumadil Akhirah 1447 H atau 20 Desember 2025.
Tim pemantau tersebar di 21 titik pengamatan strategis yang membentang dari Sabang hingga Merauke. Hasilnya, seluruh lokasi melaporkan bahwa hilal tidak terlihat pada sore hari tersebut.
Atas dasar laporan komprehensif tersebut, LF PBNU menggunakan metode istikmal atau penyempurnaan hitungan bulan menjadi 30 hari. Artinya, bulan Jumadil Akhir digenapkan hingga 30 hari penuh sebelum beralih ke Rajab.
Penetapan ini dimulai sejak malam Senin Pon, mengikuti tradisi penanggalan Hijriah yang pergantian harinya dimulai saat matahari terbenam.
Perhitungan hisab LF PBNU menunjukkan data astronomis yang detail. Posisi hilal akhir Jumadil Akhir berada pada ketinggian 3 derajat 20 menit 16 detik dengan elongasi mencapai 6 derajat 21 menit 34 detik.
Durasi hilal di atas ufuk tercatat 16 menit 57 detik. Ijtimak atau konjungsi bulan terjadi pada pukul 08:42:58 WIB di pagi hari Sabtu.
Posisi hilal bervariasi di berbagai wilayah Indonesia. Jayapura mencatat tinggi hilal terkecil dengan ketinggian 2 derajat 07 menit dan lama hilal 10 menit 55 detik.
Sementara Bengkulu merekam tinggi hilal terbesar dengan ketinggian 3 derajat 15 menit dan durasi 16 menit di atas ufuk.
Jadwal Puasa Rajab NU
Puasa Rajab dapat merupakan persiapan menjelang Ramadhan. Hukumnya adalah sunnah berdasarkan anjuran berpuasa di bulan-bulan haram.
Meski tidak ada dalil spesifik tentang puasa Rajab, namun Rasulullah SAW menganjurkan puasa di bulan haram yang salah satunya adalah Rajab.
Berdasarkan konversi kalender Hijriah Indonesia 2025, tanggal 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan Minggu, 21 Desember 2025. Namun mengikuti penetapan LF PBNU melalui metode istikmal, tanggal tersebut jatuh pada Senin, 22 Desember 2025.
Hari-hari paling dianjurkan untuk berpuasa Rajab adalah tiga hari pertama. Riwayat dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa puasa pada tanggal 1 Rajab dapat menghapus dosa selama tiga tahun, tanggal 2 menghapus dosa dua tahun, dan tanggal 3 menghapus dosa satu tahun. Setiap hari setelahnya dapat menghapus dosa satu bulan.
Jadwal puasa Rajab prioritas tahun ini:
- 1 Rajab 1447 H: Minggu, 21 Desember 2025 (NU menetapkan Senin, 22 Desember 2025)
- 2 Rajab 1447 H: Senin, 22 Desember 2025 (NU: Selasa, 23 Desember 2025)
- 3 Rajab 1447 H: Selasa, 23 Desember 2025 (NU: Rabu, 24 Desember 2025)
Selain tiga hari tersebut, umat Islam dapat mengkombinasikan puasa Rajab dengan puasa sunnah lainnya seperti Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriah).
Kombinasi ini memaksimalkan pahala sekaligus melatih ketahanan spiritual menjelang bulan Ramadhan.
Niat puasa Rajab dibaca: “Nawaitu shauma syahri rajab sunnatan lillahi ta’ala” yang artinya “Saya niat puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah ta’ala”. Niat dapat diucapkan dalam hati maupun lisan, dengan waktu ideal saat sahur sebelum imsak.
Keutamaan Puasa Rajab
Keutamaan puasa Rajab mencakup beberapa hal istimewa, diantaranya:
- Pertama, pelakunya akan diberi minum dari sungai Rajab di surga yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu.
- Kedua, dosa-dosa masa lalu dapat terhapus khususnya bagi yang berpuasa di tiga hari pertama. Ketiga, doa akan lebih mudah dikabulkan ketika berpuasa disertai dengan sholat sunnah.
Tata cara berpuasa Rajab sama dengan puasa sunnah lainnya: berniat sebelum fajar, makan sahur menjelang subuh, menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, menjaga lisan dan anggota tubuh dari perbuatan sia-sia, serta menyegerakan berbuka saat Maghrib tiba.
Penetapan awal Rajab oleh LF PBNU menjadi rujukan resmi bagi warga Nahdlatul Ulama dalam memulai berbagai amalan bulan mulia ini. Momentum ini diharapkan dapat menjadi awal kebangkitan spiritual menuju kesempurnaan ibadah di bulan-bulan mendatang.









Tinggalkan Komentar
Buka Komentar