Tabel Angsuran KUR BRI 2025 untuk Plafon Pinjaman Rp 1 – 100 Juta

Tabel Angsuran KUR BRI 2025 untuk Plafon Pinjaman Rp 1 - 100 Juta
Tabel Angsuran KUR BRI 2026.

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, mendapatkan suntikan modal sering kali menjadi tantangan tersendiri. Suku bunga tinggi dan persyaratan yang rumit kerap membuat para pengusaha kecil urung mengajukan pinjaman.

Namun, BRI hadir dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menawarkan bunga terjangkau dan proses pengajuan yang lebih sederhana.

Program pembiayaan bersubsidi pemerintah ini memang dirancang khusus untuk membantu UMKM berkembang. Dengan plafon mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, pinjaman ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Namun sebelum mengajukan, ada baiknya Anda memahami dulu berapa angsuran yang harus dibayar setiap bulannya agar dapat menyesuaikan plafon pinjaman dengan kemampuan bayar, sehingga risiko kredit bermasalah bisa ditekan sejak awal.

Tabel Angsuran KUR BRI Plafon Rp 1-100 Juta

Berikut gambaran cicilan bulanan KUR BRI dengan asumsi bunga subsidi 6 persen per tahun dan pilihan tenor hingga 60 bulan. Nilai ini bersifat simulasi dan dapat berbeda tipis sesuai kebijakan cabang.

Plafon Rp 1 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 88.333
  • Tenor 18 bulan: Rp 60.556
  • Tenor 24 bulan: Rp 46.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 32.778
  • Tenor 48 bulan: Rp 25.833
  • Tenor 60 bulan: Rp 21.667

Plafon Rp 5 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 441.667
  • Tenor 18 bulan: Rp 302.778
  • Tenor 24 bulan: Rp 233.333
  • Tenor 36 bulan: Rp 163.889
  • Tenor 48 bulan: Rp 129.167
  • Tenor 60 bulan: Rp 108.333

Plafon Rp 10 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 883.333
  • Tenor 18 bulan: Rp 605.556
  • Tenor 24 bulan: Rp 466.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 327.778
  • Tenor 48 bulan: Rp 258.333
  • Tenor 60 bulan: Rp 216.667

Plafon Rp 20 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 1.766.667
  • Tenor 18 bulan: Rp 1.211.111
  • Tenor 24 bulan: Rp 933.333
  • Tenor 36 bulan: Rp 655.556
  • Tenor 48 bulan: Rp 516.667
  • Tenor 60 bulan: Rp 433.333

Plafon Rp 30 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 2.650.000
  • Tenor 18 bulan: Rp 1.816.667
  • Tenor 24 bulan: Rp 1.400.000
  • Tenor 36 bulan: Rp 983.333
  • Tenor 48 bulan: Rp 775.000
  • Tenor 60 bulan: Rp 650.000

Plafon Rp 40 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 3.533.333
  • Tenor 18 bulan: Rp 2.422.222
  • Tenor 24 bulan: Rp 1.866.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 1.311.111
  • Tenor 48 bulan: Rp 1.033.333
  • Tenor 60 bulan: Rp 866.667

Plafon Rp 50 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 4.416.667
  • Tenor 18 bulan: Rp 3.027.778
  • Tenor 24 bulan: Rp 2.333.333
  • Tenor 36 bulan: Rp 1.638.889
  • Tenor 48 bulan: Rp 1.291.667
  • Tenor 60 bulan: Rp 1.083.333

Plafon Rp 60 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 5.300.000
  • Tenor 18 bulan: Rp 3.633.333
  • Tenor 24 bulan: Rp 2.800.000
  • Tenor 36 bulan: Rp 1.966.667
  • Tenor 48 bulan: Rp 1.550.000
  • Tenor 60 bulan: Rp 1.300.000

Plafon Rp 70 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 6.183.333
  • Tenor 18 bulan: Rp 4.238.889
  • Tenor 24 bulan: Rp 3.266.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 2.294.444
  • Tenor 48 bulan: Rp 1.808.333
  • Tenor 60 bulan: Rp 1.516.667

Plafon Rp 80 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 7.066.667
  • Tenor 18 bulan: Rp 4.844.444
  • Tenor 24 bulan: Rp 3.733.333
  • Tenor 36 bulan: Rp 2.622.222
  • Tenor 48 bulan: Rp 2.066.667
  • Tenor 60 bulan: Rp 1.733.333

Plafon Rp 90 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 7.950.000
  • Tenor 18 bulan: Rp 5.450.000
  • Tenor 24 bulan: Rp 4.200.000
  • Tenor 36 bulan: Rp 2.950.000
  • Tenor 48 bulan: Rp 2.325.000
  • Tenor 60 bulan: Rp 1.950.000

Plafon Rp 100 juta

  • Tenor 12 bulan: Rp 8.833.333
  • Tenor 18 bulan: Rp 6.055.556
  • Tenor 24 bulan: Rp 4.666.667
  • Tenor 36 bulan: Rp 3.277.778
  • Tenor 48 bulan: Rp 2.583.333
  • Tenor 60 bulan: Rp 2.166.667

Apakah Pinjaman KUR di BRI Ada Agunan?

Salah satu keunggulan program pembiayaan UMKM dari BRI adalah kemudahan dalam hal jaminan. Untuk peminjam yang mengajukan dana di bawah Rp 100 juta, tidak ada kewajiban menyerahkan agunan tambahan. Bank akan menilai kelayakan berdasarkan kelengkapan dokumen, kondisi usaha, serta riwayat keuangan pemohon.

Namun, untuk pinjaman di atas Rp 100 juta sampai maksimal Rp 500 juta biasanya memerlukan agunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jenis agunan bisa berupa sertifikat tanah, BPKB kendaraan, atau aset lain yang nilainya setara dengan jumlah pinjaman.

Cara Ajukan Pinjaman KUR BRI secara Online

Pengajuan KUR BRI kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor cabang. Alurnya sebagai berikut:

  1. Akses situs resmi kur.bri.co.id melalui browser di perangkat Anda.
  2. Pilih menu pengajuan pinjaman yang tersedia di halaman utama.
  3. Masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar, atau buat akun baru jika belum punya.
  4. Tentukan jenis produk KUR yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
  5. Isi formulir pengajuan secara lengkap dan unggah dokumen yang diminta seperti KTP, Kartu Keluarga, dan bukti legalitas usaha.
  6. Manfaatkan fitur kalkulator angsuran untuk melihat perkiraan cicilan bulanan.
  7. Submit permohonan dan tunggu proses verifikasi dari pihak bank.

Setelah pengajuan dikirim, tim BRI akan melakukan verifikasi dokumen dan survei lapangan jika diperlukan. Apabila disetujui, pencairan dana akan dilakukan sesuai dengan plafon yang telah diajukan. Seluruh proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung kelengkapan berkas dan hasil survei.

Sebelum mengajukan, pastikan Anda sudah memeriksa persyaratan lengkap melalui situs resmi BRI untuk menghindari kekurangan dokumen yang bisa memperlambat proses.

Tips Agar Pengajuan KUR Lolos

Tidak semua pengajuan pinjaman berakhir dengan persetujuan. Ada beberapa faktor yang membuat permohonan ditolak, mulai dari dokumen yang tidak lengkap hingga riwayat kredit yang bermasalah. Agar peluang Anda lebih besar, perhatikan tujuh hal penting berikut:

1. Pastikan Usaha Sudah Berjalan Minimal 6 Bulan

Usaha Anda harus sudah berjalan minimal enam bulan secara aktif. Bank perlu melihat konsistensi dan keseriusan bisnis yang Anda jalankan. Usaha yang baru berdiri beberapa minggu tentu sulit dinilai keberlanjutannya.

2. Aktifkan Rekening untuk Transaksi Usaha

Gunakan rekening bank secara rutin untuk transaksi usaha. Mutasi rekening tiga hingga enam bulan terakhir akan diminta sebagai bukti aktivitas keuangan. Rekening yang jarang dipakai atau hanya ada satu-dua transaksi per bulan bisa membuat bank ragu.

3. Lengkapi Seluruh Dokumen yang Diperlukan

Siapkan seluruh dokumen dengan lengkap dan benar. Mulai dari KTP, Kartu Keluarga, NPWP (untuk plafon di atas Rp 50 juta), hingga surat keterangan usaha dari pihak berwenang. Dokumen yang rapi menunjukkan keseriusan Anda.

4. Pastikan SLIK OJK Bersih

Riwayat kredit Anda harus bersih. Pihak bank akan mengecek SLIK OJK atau BI Checking untuk melihat apakah ada tunggakan atau kredit macet. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman baru.

5. Ajukan Plafon yang Realistis

Ajukan jumlah pinjaman yang realistis sesuai kemampuan bayar dan kebutuhan usaha. Jangan mengajukan terlalu besar hanya karena ingin mendapat dana lebih, karena bank akan menilai apakah cicilan sebanding dengan penghasilan bulanan Anda.

6. Siap Hadapi Wawancara dan Survei Lapangan

Bersiaplah saat wawancara dan survei lapangan. Tim bank akan datang ke lokasi usaha untuk memastikan kebenaran data yang Anda berikan. Tunjukkan bahwa usaha benar-benar berjalan, ada stok barang, ada aktivitas jual-beli, dan Anda paham betul alur bisnis yang dijalankan.

7. Konsultasi dengan Petugas BRI Terlebih Dahulu

Jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas BRI sebelum mengajukan. Mereka bisa memberikan arahan terkait jenis KUR yang paling cocok, kelengkapan dokumen, hingga ketersediaan kuota di cabang tertentu. Konsultasi awal ini bisa menghemat waktu dan memperbesar peluang persetujuan.

Untuk memastikan angsuran KUR yang Anda pilih sesuai dengan kemampuan keuangan usaha, pastikan Anda menanyakan kembali simulasi dan detail perhitungan kepada petugas BRI sebelum mengajukan pinjaman.

Penulis yang gemar merangkai fakta menjadi cerita ringan dan tajam, membahas peristiwa, teknologi, hingga informasi bansos secara aktual.